Observatorium Bosscha – Bandung

0
20

Bandung merupakan sala satu kota di Indonesia yang memiliki banyak tempat wisata. Umumnya, tempat wisata di Bandung mengusung tema keindahan alam di alam terbuka. Namun, bukan berarti semua tempat wisata di kota ini hanya berupa tempat wisata mainstream.

Kota Bandung juga memiliki tempat wisata edukasi yang anti mainstream. Salah satunya adalah Observatorium Bosscha, satu –satunya teropong bintang besar yang ada di Indonesia. Bagi kalian yang sedang berkunjung ke Kota Bandung di akhir pekan, tentunya Observatorium Bosscha ini menjadi salah satu destinasi yang wajib kalian kunjungi.

Observatorium Bosscha Bandung

Observatorium Bosscha - Bandung

Observatorium Bosscha merupakan salah satu pusat penelitian astronomi yang ada di Indonesia. Tempat ini juga menjadi pusat teropong terbesar di Indonesia. Namun, Observatorium Bosscha juga di buka sebagai destinasi wisata edukasi umum bagi para wisatawan yang ingin berkunjung.

Sejak tahun 2004, pemerintah pusat menyatakan bahwa Observatorium Bosscha merupakan salah satu Benda Cagar Budaya yang keberadaannya di lindungi oleh undang – undang. Selain itu, di tahun 2008 pemerintah juga menetapkan Observatorium Bosscha sebagai salah satu Objek Vital yang harus di amankan keberadaannya. Sehingga terdapat aturan – aturan tertentu untuk para pengunjung wisata Observatorium Bosscha meskipun tempat ini di buka untuk umum.

Sejarah Observatorium Bosscha

Pada awalnya, Observatorium Bosscha di berinama Bosscha Sterrenwacht. Tempat ini di bangun atas dasar kesadaran para astronom dari Hindia Belanda yang mulai menyadari bahwa seluruh bintang di alam semesta ini terikat satu sama lain dan membentuk sistem galaksi. Selain itu, lambatnya penelitian astronomi di bagian selatan karena kurangnya tempat observasi membuat Joan George Erardus Gijsbertus Voute, peneliti asal madiun, mengemukakan usulannya untuk membangun observatorium di kasawan Hindia Belanda.

Voute, berusaha mempengaruhi para astronom Hindia Belanda untuk mendapatkan biaya pembangunan Observatorium. Berkat kedekatannya dengan pengusaha kaya bernama Karel Albert Rudolf Bosscha, mereka berdua akhirnya membentuk organisasi untuk para pengusaha dan orang orang terpelajar seluruh Hindia Belanda dengan nama Nederlandsch – Indische Sterrenkundige Vereeniging ( NISV ).

Pembangunan Observatorium Bosscha memakan waktu kurang lebih selama 5 tahun. Di tahun 1928, pembangunan observatorium ini sebenarnya telah usai. Namun karena pada saat itu Perang Dunia ke 2 tengah berkecambuk, sehingga banyak kerusakan yang di akibatkan oleh perang. Akhirnya Observatorium Bosscha baru bisa di buka secara umum pada tahun 1933.

Jadwal Kunjungan Observatorium Bosscha

Observatorium Bosscha memang di buka untuk wisatawan umum. Namun, terdapat aturan tertentu untuk mengunjungi tempat ini.

Observatorium Bosscha - Bandung

Untuk hari biasa atau Weekdays, di khususkan untuk pengunjung rombongan seperti dari instansi, sekolah, atau komunitas dengan jumlah maksimal 180 orang. Namun, kalian perlu melakukan reservasi dengan menelpon pihak Observatorium sebelum berkunjung. Untuk para pengunjung Weekdays, kalian perlu membayar sebesar RP.15.000,- untuk biaya tiket.

Sedangkan untuk pada hari sabtu, Observatorium Bosscha di buka untuk wisatawan umum dengan maskimal pengunjung 90 orang per satu sesi. Para wisatawan tidak perlu mendaftar terlebih dahulu bila ingin berkunjung pada hari sabtu.

Perlu di ingat, Observatorium Bosscha tutup pada hari Minggu dan Senin. Selain itu, kalian harus memakai pakaian yang sopan bila ingin berkunjung ke tempat ini.

Lokasi Observatorium Bosscha

Observatorium Bosscha berada di kawasan Lembang, Bandung. Tepatnya di Jalan Peneropong BIntang Lembang, Bandung Barat.

Bila kalian datang pada saat cuaca cerah, kalian juga dapat melihat cara kerja teropong bintang terbesar yang ada di tempat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here