Let’s travel together.

Tanah Lot, Ikon Wisata Bali dengan Pesona Matahari Terbenam

7

Bali yang dikenal dengan julukan pulau dewata memang menyimpan banyak pesona. Baik itu pesona keindahan alam, maupun kebudayaan masyarakatnya. Adat istiadat, kegiatan keagamaan dan pesona alamnya mampu menghipnotis para wisatawan. Salah satu ikon wisata di Bali adalah pura Tanah Lot yang berada di desa Beraban, Tabanan.

Sejarah Pura Tanah Lot

Pura di Tanah Lot
Sunset di Tanah Lot

Pura ini dibangun pada abad ke-15 oleh seorang brahmana yang berasal dari Jawa. Brahmana tersebut bernama Dang Hyang Nirarta. Pura ini didirikan sebagai tempat pemujaan bagi dewa penjaga laut.

Menurut legenda, lokasi pura adalah sebuah bongkahan batu karang di daratan tempat Dang Hyang Nirartha bermeditasi. Kemudian oleh Dang Hyang Nirartha, batu itu dipindahkan ke tepi pantai. Melihat kesaktiannya ini, penduduk beraban mengikutinya memeluk agama Hindu.

Keunikan Pura Tanah Lot

Sebagai tujuan wisata, pura Tanah Lot memang sangat menarik. Sebab, selain pesona alam sekitarnya yang cantik, pura ini sendiri juga memiliki beberapa keunikan. Hal inilah yang membuat tujuan wisata yang satu ini termasuk dalam empat tujuan wisata utama di Bali. Keunikannya adalah:

1. Lokasi Pura

Pura di Tanah Lot
Pura di Tanah Lot

Pura ini berdiri di atas bongkahan batu karang yang menjorok sekitar 300 m dari tepi pantai. Pada saat air laut pasang, pura ini terlihat seperti dikelilingi air laut dengan deburan ombak yang menawan. Ada dua pura dalam lokasi ini. Salah satunya berdiri di atas bongkahan karang besar. Adapun yang lainnya berdiri di atas tebing yang merupakan penghubung pura dengan daratan.

2. Pesona Matahari Terbenam

Sunset di Tanah Lot
Sunset di Tanah Lot

Melihat siluet pura dengan latar belakang matahari terbenam memang menjadi incaran para wisatawan. Itulah sebabnya banyak wisatawan yang memilih mengunjungi pura ini menjelang terbenamnya matahari. Bahkan, pada waktu tertentu dan dari sudut pandang yang tepat, bola matahari yang akan terbenam dan berwarna merah akan berada tepat pada lengkungan tebing. Saat itu, matahari seperti sebuah bola mata.

3. Ular Suci Penjaga Pura

Ular Penjaga Pura
Ular Penjaga Pura

Di bawah tebing terdapat beberapa lorong yang membentuk gua. Beberapa gua ini dihuni oleh ular belang yang jinak. Konon, ular ini adalah jelmaan selendang pendiri pura yang mengemban tugas untuk menjaga pura. Karakteristik ular ini seperti ular laut dengan ekor pipih.

4. Mata Air Tawar

Walaupun lokasi pura Tanah Lot berada di tepi laut, ada satu keunikan yang dimilikinya yaitu keberadaan mata air tawar. Mata air tawar ini dapat dilihat saat air laut sedang surut. Masyarakat mempercayai air tawar di lokasi ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Waktu yang Tepat Mengunjungi Pura Tanah Lot

Mengunjungi Tanah Lot akan lebih berkesan saat menjelang matahari terbenam. Sebab, menikmati keindahan saat matahari terbenam akan menjadi momen yang tak terlupakan. Jika tidak ingin terlalu ramai, kunjungi pura ini pada low season. Biasanya pada pertengahan bulan September hingga Desember, tidak banyak pengunjung yang datang ke tujuan wisata ini.

Wisata Tanah Lot
Wisata Tanah Lot

Tanah Lot terletak sekitar 23 kilometer dari kawasan Pantai Kuta. Kira kira membutuhkan waktu sejam jika dari pantai kuta. Namun, jika kondisi lalu lintas sedang padat, bisa jadi waktu tempuhnya menjadi lebih panjang. Umumnya kemacetan terjadi saat peak season di Bali.

Apabila tidak membawa kendaraan pribadi, taksi bisa menjadi pilihan. Selain itu, menggunakan jasa rental mobil beserta supirnya tentunya akan lebih memudahkan. Tidak hanya rental mobil, di Bali juga banyak tersedia rental sepeda motor. Tentunya sebelum memilih kendaraan apa yang digunakan, sebaiknya memastikan keaman dan kenyamanannya terlebih dahulu.

Berminat melakukan perjalanan wisata ke Bali? Jangan lupa memasukkan Tanah Lot ke dalam daftar tujuan. Nikmati pengalaman berwisata dengan perpaduan pesona religi, adat budaya, dan keindahan alamnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.